Jenis Media Pembelajaran Berbasis TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah
Jenis Media Pembelajaran Berbasis TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah
1. Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat
Konsep pemberdayaan masyarakat pada dasarnya adalah upaya menjadikan suasana kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi semakin efektif secara struktural, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, negara, regional, internasional, maupun dalam bidang politik, ekonomi dan lain-lain. memberdayakan masyarakat menurut kartasasmita (1996 : 144) adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.
Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, menurut kartasasmita (1996:159-160), harus dilakukan melalui beberapa kegiatan : pertama, menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). kedua, memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering). ketiga, memberdayakan mengandung pula arti melindungi. Di sinilah letak titik tolaknya yaitu bahwa pengenalan setiap manusia, setiap anggota masyarkat, memiliki suatu potensi yang selalu dapat terus dikembangkan.
Dalam program pemberdayaan masyarakat kita tidak terlepas dari Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Untuk mempermudah komunikasi antara agen pemberdaya dengan kelompok sasaran sangat dibutuhkah TIK, contohnya dalam program memberdayakan masyarakat yang tinggal didaerah tepi pantai. Masyarakat tersebut biasanya hanya mencari ikan sebagai lahan mencari pemasukan, kemudian mereka akan menjualnya kemasyarakat lain. Padahal jika mereka dapat memanfaatkan teknologi informasi seperti internet, maka mereka dapat mengolah sendiri ikan tersebut. Sehingga akan lebih menambah pemasukan masyarakat yang tinggal ditepi pantai tersebut.
Program memberdayaan masyarakat selalu berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Seperti yang kita ketahui, setiap anggota masyarakat memiliki suatu potensi yang selalu dapat terus dikembangkan. Namun banyak dari mereka yang tidak tau bahkan berfikiran tidak mampu. Padahal dengan menggunakan TIK dapat mempermudah urusan mereka.
2.Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT
Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi.
Pembelajaran Paket C Berbasis Web mewakili peserta didik hanya mendaftar melalui internet dan tak perlu datang secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga melalui internet dan seluruh modul-modul dapat didownload. Untuk menguji tingkat kompetensi peserta didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara langsung dapat diketahui skor setelah usai mengerjakan.
Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Setiap satu topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung mengetahui jawabannya. Apabila skornya 60 maka dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pembelajaran berikutnya. Apabila skornya dibawah 60 maka dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang.聽
Manfaat TIK dapat dilihat sebagai berikut :
1.TIK Sebagai Infrastruktur Pembelajaran
Penggunaan TIK sebagai salah satu komponen pembelajaran akanmeningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran jadi bisa dilaksanakandi mana saja dan kapan saja, serta tidak terkendala lagi oleh keadaan di mana pesertadidik, pengajar dan bahan ajar terpisah secara geografis.
2.TIK Sebagai Sumber Bahan Belajar
Pemanfaatan TIK sebagai suatu sumber bahan belajar akan menjamintersedianya materi-materi pembelajaran yang selalu terperbaharui dan selalu tersediauntuk diakses setiap saat. Selain itu materi-materi pembelajaran pun akan lebih mudahuntuk diperbaharui menyesuaikan dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuanyang terjadi.
3.TIK Sebagai Alat Bantu Dan Fasilitas Pembelajaran
3.TIK Sebagai Alat Bantu Dan Fasilitas Pembelajaran
Melalui pemanfaatan TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, suatumateri pembelajaran akan tersampaikan dengan lebih baik dengan mempertimbangkankonteks dunia nyatanya. Ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan akantersampaikan dengan lebih riil sehingga penyerapan bahan ajar pun terjadi denganlebih cepat. Melalui pemanfaatan TIK juga interaksi antar peserta didik akan lebihtinggi sehingga akuisisi ilmu pengetahuan di antara mereka akan berlangsung denganlebih baik, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain itu, peserta didik akanmenjadi mampu melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebasdan mandiri.
4.TIK Sebagai Pendukung Manajemen Pembelajaran
Pemanfaatan TIK dalam mendukung manajemen pembelajaran dapatdipergunakan untuk membantu mengelola dan mengolah data-data pendidikan dan pembelajaran sehingga menghasilkan suatu lembaga pendidikan yang berkualitasyang mampu menyediakan data pendidikan yang akurat, mudah dipergunakan, sertadapat diperoleh dengan tepat waktu.
5.TIK Sebagai Sistem Pendukung Keputusan.
Ketersediaan data-data pendidikan yang akurat dapat digunakan oleh para pembuat keputusan dan pemegang kewenangan untuk membuat keputusan yang tepat bagi sistem pendidikan yang berlangsung. Sistem kerja TIK yang membuat suatudata bisa selalu diperbaharui dan tersedia setiap saat akan memberikan jaminan terhadap ketersediaan data-data yang valid dan reliabel guna terciptanya keputusan dankebijakan yang menguntungkan suatu pihak.Satu hal yang jelas dari kegiatan pemanfaatan TIK dalam pendidikan, bahwa TIK kinimemegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu sistem pendidikan gunamenjamin terciptanya pendidikan yang berkualitas, perkembangan ilmu pengetahuan dankemajuan umat manusia.
Komentar
Posting Komentar